IWD 2026: “Menjadi Serikat Pekerja yang Berjuang untuk Perempuan”

 

Setiap bulan Maret, organisasi serikat pekerja di seluruh wilayah Asia/Pasifik memperingati Hari Perempuan Internasional. Pada hari ini, serikat pekerja berfokus pada upaya untuk mencapai dan memajukan hak-hak pekerja perempuan di seluruh sektor IUF.

Peran perempuan dalam dunia kerja, termasuk mereka yang berada di sektor ekonomi informal, memegang peranan penting dalam perekonomian, komunitas dan Masyarakat. Jumlah mereka yang besar tentu saja dapat berkontribusi dalam membangun kekuatan serikat pekerja.



Meski begitu, terlepas dari potensinya, masih banyak pekerja perempuan yang tidak terorganisir. Terdapat banyak tantangan yang menghalangi mereka untuk bergabung dan berpatisipasi aktif di dalam serikat – meskipun melalui serikat, mereka dapat secara kolektif berjuang untuk mengakses dan memajukan kebutuhan dan kepentingan mereka.

Kesulitan untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga dan kegiatan serikat merupakan satu dari sekian banyak tantangan yang teridentifikasi. Tantangan signifikan lainnya adalah banyak perempuan yang menganggap bahwa serikat pekerja tidak relevan dengan mereka, karena mereka terus-menerus berada di pekerjaan yang rentan, berketerampilan rendah dan berupah rendah. Dalam beberapa kasus, bagaimana serikat pekerja dapat secara efektif menambah perempuan dalam keanggotaan mereka jika jumlah mereka sangat sedikit atau pun tidak ada sama sekali di tempat kerja atau di posisi tertentu!

Mengambil langkah nyata merupakan sesuatu yang perlu dilakukan oleh serikat untuk mengatasi itu dan membuatnya menjadi serikat pekerja menjadi relevan untuk pekerja perempuan. Komite Perempuan Regional IUF Asia/Pasifik, melalui pengalaman anggota dan perempuan di wilayah ini, mengajukan agar kerja serikat di lima tahun mendatang berfokus pada prioritas untuk menjadi serikat yang bermanfaat untuk perempuan. Dengan menjadi serikat yang berjuang untuk perempuan – dan sepenuh hati menunjukkan komitmen untuk itu – persepsi perempuan tentang serikat bisa berubah.

“Serikat pekerja harus mampu menunjukkan bahwa mereka dapat secara efektif membela dan memajukan hak-hak perempuan, sehingga lebih banyak perempuan terdorong untuk bergabung dan menjadi anggota serikat.” – Sister Setiani Novinky, Komite Perempuan SPM PT Champ Resto Indonesia, FSPM Indonesia.

Kampanye yang mempromosikan akses untuk pelatihan dan pekerjaan yang terjamin bagi perempuan dapat membantu mereka untuk melihat mengapa serikat itu penting. Serikat harus menunjukkan bahwa mereka dapat membantu perempuan mendapatkan pekerjaan yang layak baik dengan upah yang layak. Ketika perempuan dilindungi oleh pekerjaan yang terjamin, mereka menjadi tidak takut lagi untuk aktif bertasipasi di serikat, sehingga dapat mendorong untuk perlindungan maternitas yang lebih kuat dan komperhensif di tempat kerja, dengan demikian tidak ada lagi perempuan yang mengalami diskiriminasi dikarenakan peran reproduktif mereka.

“Misalnya, keamanan pekerjaan untuk pekerja non-permanen, upah yang layak untuk biaya hidup, tempat kerja yang terbebas dari pelecehan serta keseimbangan antara waktu pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jika serikat benar-benar berdiri bersama pekerja perempuan, maka mereka tidak hanya melayani anggota perempuan, tetapi juga memastikan keberlangsungan serikat dan menjamin keterlibatan seluruh pekerja.” – Sister Jirapatch Mastapawee, Sekertaris Unilever Thailand Food Industry Labor Union (UTFU), Thailand.

Saat terdapat cukup banyak perempuan, serikat pekerja dapat mengasah kepemimpinan mereka, meningkatkan representasi serta mendukung mereka agar memiliki suara untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat, serikat pekerja menjadi lebih kuat.

“Serikat kami memperjuangkan perempuan dan menjadikan isu perempuan sebagai prioritas kami. Saat ini, 57% dari kepemimpinan kami diisi oleh perempuan. Serikat kami menjadi lebih kuat, lebih representatif dan lebih efektif. Kami berhasil untuk menegosiasikan hak-hak perempuan yang mencakup perlindungan maternitas, kesetaraan upah dan kenaikan gaji tahunan serta mengakhiri pelecehan seksual.” – Sister Anjuara Begum, Wakil Presiden Danone Workers’ Union, Banglades.

Saat serikat pekerja benar-benar mendukung perempuan, hal ini mengembangkan rasa memiliki mereka dan meningkatkan motivasi mereka, baik dalam pekerjaan maupun dalam partisipasi di serikat.

“Serikat kami memperjuangkan isu kesehatan perempuan. Hasil perundingan kerja bersama kami yang terakhir memasukkan klausa mengenai vaksinasi kanker rahim gratis dan penyediaan pembalut gratis untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan pekerja perempuan. Hal ini membuat anggota perempuan kami menjadi lebih aktif.” – Sister Fatema, Sekertaris Nestle Employees Union, Bangladesh.

Untuk menyimpulkan mengapa serikat harus berjuang untuk perempuan, tidak ada cara yang lebih baik selain mendengarkan suara para anggota perempuan kita:

“Serikat pekerja yang berjuang untuk perempuan adalah serikat pekerja yang berjuang untuk keadilan dan tempat kerja yang bermartabat dan bebas diskriminasi. Ayo berkomitmen untuk berjuang menjadi serikat yang bermanfaat untuk perempuan untuk memberdayakan mereka dan untuk mendorong keadilan bagi seluruh pekerja.” – Sister Seema Afroz, anggota Perfetti Van Melle Workers’ Union, Bangladesh.

“Kita membutuhkan kekuatan kolektif yang menggerakkan kita untuk maju dan melindungi hak-hak agar tercapainya keadilan dan kesetaraan di tempat kerja.” – Sister Damayanti Juwita, Komite Perempuan SPM Dharmawangsa Bimasena Jakarta, FSPM Indonesia.


























































1 komentar

  1. "Tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada seorang perempuan yang bertekad untuk bangkit"
© 2013 - 2021 Federasi Serikat Pekerja Mandiri. Developed by Jago Desain