Setiap bulan Maret, organisasi
serikat pekerja di seluruh wilayah Asia/Pasifik memperingati Hari Perempuan
Internasional. Pada hari ini, serikat pekerja berfokus pada upaya untuk
mencapai dan memajukan hak-hak pekerja perempuan di seluruh sektor IUF.
Peran perempuan dalam dunia kerja,
termasuk mereka yang berada di sektor ekonomi informal, memegang peranan
penting dalam perekonomian, komunitas dan Masyarakat. Jumlah mereka yang besar
tentu saja dapat berkontribusi dalam membangun kekuatan serikat pekerja.
Meski begitu, terlepas dari potensinya, masih banyak pekerja perempuan yang tidak terorganisir. Terdapat banyak tantangan yang menghalangi mereka untuk bergabung dan berpatisipasi aktif di dalam serikat – meskipun melalui serikat, mereka dapat secara kolektif berjuang untuk mengakses dan memajukan kebutuhan dan kepentingan mereka.
Kesulitan untuk menyeimbangkan waktu
antara pekerjaan, tanggung jawab keluarga dan kegiatan serikat merupakan satu
dari sekian banyak tantangan yang teridentifikasi. Tantangan signifikan lainnya
adalah banyak perempuan yang menganggap bahwa serikat pekerja tidak relevan
dengan mereka, karena mereka terus-menerus berada di pekerjaan yang rentan, berketerampilan
rendah dan berupah rendah. Dalam beberapa kasus, bagaimana serikat pekerja
dapat secara efektif menambah perempuan dalam keanggotaan mereka jika jumlah
mereka sangat sedikit atau pun tidak ada sama sekali di tempat kerja atau di
posisi tertentu!
Mengambil langkah nyata merupakan
sesuatu yang perlu dilakukan oleh serikat untuk mengatasi itu dan membuatnya
menjadi serikat pekerja menjadi relevan untuk pekerja perempuan. Komite
Perempuan Regional IUF Asia/Pasifik, melalui pengalaman anggota dan perempuan
di wilayah ini, mengajukan agar kerja serikat di lima tahun mendatang berfokus
pada prioritas untuk menjadi serikat yang bermanfaat untuk perempuan. Dengan
menjadi serikat yang berjuang untuk perempuan – dan sepenuh hati menunjukkan
komitmen untuk itu – persepsi perempuan tentang serikat bisa berubah.
“Serikat pekerja harus
mampu menunjukkan bahwa mereka dapat secara efektif membela dan memajukan
hak-hak perempuan, sehingga lebih banyak perempuan terdorong untuk bergabung
dan menjadi anggota serikat.” – Sister Setiani Novinky, Komite Perempuan SPM PT Champ
Resto Indonesia, FSPM Indonesia.
Kampanye yang mempromosikan akses untuk
pelatihan dan pekerjaan yang terjamin bagi perempuan dapat membantu mereka
untuk melihat mengapa serikat itu penting. Serikat harus menunjukkan bahwa
mereka dapat membantu perempuan mendapatkan pekerjaan yang layak baik dengan
upah yang layak. Ketika perempuan dilindungi oleh pekerjaan yang terjamin,
mereka menjadi tidak takut lagi untuk aktif bertasipasi di serikat, sehingga
dapat mendorong untuk perlindungan maternitas yang lebih kuat dan komperhensif
di tempat kerja, dengan demikian tidak ada lagi perempuan yang mengalami
diskiriminasi dikarenakan peran reproduktif mereka.
“Misalnya, keamanan pekerjaan untuk pekerja
non-permanen, upah yang layak untuk biaya hidup, tempat kerja yang terbebas
dari pelecehan serta keseimbangan antara waktu pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Jika serikat benar-benar berdiri bersama pekerja perempuan, maka mereka tidak
hanya melayani anggota perempuan, tetapi juga memastikan keberlangsungan
serikat dan menjamin keterlibatan seluruh pekerja.” – Sister Jirapatch Mastapawee, Sekertaris Unilever
Thailand Food Industry Labor Union (UTFU), Thailand.
Saat terdapat cukup banyak perempuan,
serikat pekerja dapat mengasah kepemimpinan mereka, meningkatkan representasi
serta mendukung mereka agar memiliki suara untuk memperjuangkan hak-hak mereka.
Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat, serikat pekerja menjadi lebih
kuat.
“Serikat kami
memperjuangkan perempuan dan menjadikan isu perempuan sebagai prioritas kami.
Saat ini, 57% dari kepemimpinan kami diisi oleh perempuan. Serikat kami menjadi
lebih kuat, lebih representatif dan lebih efektif. Kami berhasil untuk
menegosiasikan hak-hak perempuan yang mencakup perlindungan maternitas,
kesetaraan upah dan kenaikan gaji tahunan serta mengakhiri pelecehan seksual.” – Sister Anjuara Begum,
Wakil Presiden Danone Workers’ Union, Banglades.
Saat serikat pekerja
benar-benar mendukung perempuan, hal ini mengembangkan rasa memiliki mereka dan
meningkatkan motivasi mereka, baik dalam pekerjaan maupun dalam partisipasi di
serikat.
“Serikat
kami memperjuangkan isu kesehatan perempuan. Hasil perundingan kerja bersama
kami yang terakhir memasukkan klausa mengenai vaksinasi kanker rahim gratis dan
penyediaan pembalut gratis untuk mempromosikan kesehatan dan keselamatan
pekerja perempuan. Hal ini membuat anggota perempuan kami menjadi lebih aktif.” – Sister Fatema,
Sekertaris Nestle Employees Union, Bangladesh.
Untuk menyimpulkan mengapa serikat
harus berjuang untuk perempuan, tidak ada cara yang lebih baik selain
mendengarkan suara para anggota perempuan kita:
“Serikat pekerja yang
berjuang untuk perempuan adalah serikat pekerja yang berjuang untuk keadilan
dan tempat kerja yang bermartabat dan bebas diskriminasi. Ayo berkomitmen untuk
berjuang menjadi serikat yang bermanfaat untuk perempuan untuk memberdayakan
mereka dan untuk mendorong keadilan bagi seluruh pekerja.” – Sister Seema Afroz,
anggota Perfetti Van Melle Workers’ Union, Bangladesh.
“Kita membutuhkan kekuatan
kolektif yang menggerakkan kita untuk maju dan melindungi hak-hak agar
tercapainya keadilan dan kesetaraan di tempat kerja.” – Sister Damayanti
Juwita, Komite Perempuan SPM Dharmawangsa Bimasena Jakarta, FSPM Indonesia.


























































