Bahaya Judi Online bagi Para Pekerja.

 


Judi online kini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan ancaman serius yang mengintai kaum pekerja. Awalnya mungkin terlihat sepele, hanya iseng mengisi waktu luang atau mencoba peruntungan. Namun, tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menyeret para pekerja ke dalam jurang kerugian yang mendalam, baik secara finansial maupun mental.

 

Kerusakan Finansial yang Tidak Terkendali

Salah satu dampak paling nyata adalah masalah finansial. Gaji yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, atau investasi, malah ludes untuk taruhan. Mereka yang kecanduan akan terus-menerus mencari cara untuk mendapatkan modal, mulai dari berHutang, menggadaikan barang, hingga meminjam uang dari pinjaman online (pinjol) berbunga tinggi. Akibatnya, mereka terjerat dalam lilitan Hutang yang sulit sekali untuk diselesaikan.

 

Penurunan Produktivitas dan Kinerja

Selain itu, judi online juga mengganggu produktivitas dan kinerja di tempat kerja. Pikiran mereka dipenuhi dengan strategi judi, hasil taruhan, atau cara mencari modal. Fokus kerja menurun drastis, sering terlambat, bahkan bolos. Hal ini tentu saja berdampak buruk pada kualitas pekerjaan mereka dan bisa berujung pada sanksi, demosi, atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Dampak Buruk pada Kesehatan Mental

Dari segi kesehatan mental, dampak judi online juga sangat merusak. Kekalahan terus-menerus memicu stres, kecemasan, depresi, hingga putus asa. Mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, menjadi mudah marah, dan kehilangan motivasi dalam hidup. Hubungan dengan keluarga dan teman juga bisa rusak karena perilaku yang berubah dan masalah keuangan yang ditimbulkan.

 

Pintu Gerbang Menuju Kriminalitas

Judi online juga memicu perilaku kriminalitas. Ketika seseorang sudah terdesak hHutang, segala cara bisa ditempuh untuk mendapatkan uang, termasuk melakukan tindakan ilegal seperti penggelapan, pencurian, atau penipuan. Mereka yang terjebak dalam lingkaran setan ini berisiko.


Posting Komentar

© 2013 - 2021 Federasi Serikat Pekerja Mandiri. Developed by Jago Desain